Langsung ke konten utama

IHSG anjlok, apa artinya?




IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sempat anjlok hingga level psikologis 6.094,94 pada penutupan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 kemarin.

​Bahkan pada perdagangan intraday hari Jumat, IHSG menyentuh level terendah pasca-ATH (All Time High) yaitu 5.966,86. Padahal pada 20 Januari kemarin, IHSG mencatatkan rekor dengan mencapai level tertingginya yaitu 9.134,70 di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Pak Purbaya.

​Respon Menteri Keuangan - Purbaya Yudhi Sadewa


​Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan memberi respon optimis atas anjloknya IHSG, di Base Ops Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma,
“Jadi teman-teman enggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekarang. Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham.” (18/05/2026)

​Berkaca pada pernyataan Pak Purbaya, kita sebaiknya tenang dalam menyikapi hal ini. Kenyataannya penurunan tajam yang dialami IHSG justru adalah peluang untuk beli saham di harga murah (Buy the dip).

​IHSG anjlok didominasi faktor eksternal bukan faktor internal para perusahaan di dalamnya, karena mereka masih mencetak laba yang terbilang sehat pada kuartal pertama tahun ini. Fundamental IHSG sebenarnya masih bagus dan sehat.

​Lalu apa sebenarnya faktor eksternal tersebut?
​Salah satu penyebab terbesar penurunan IHSG adalah penurunan nilai tukar rupiah, modal asing jadi pergi dari IHSG dikarenakan mereka menghitung keuntungan dalam dolar. Penurunan tajam IHSG juga turut menambah tekanan pada rupiah.

​IHSG dan rupiah sejatinya saling memengaruhi, ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapat kepercayaan investor asing dan mereka mulai masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI), mereka harus menukarkan uang mereka menjadi rupiah. Hal tersebut berpengaruh pada kenaikan nilai tukar rupiah.
​Mekanisme saling memengaruhi ini berlaku dalam kebanyakan kasus. Menurunnya kepercayaan investor pada Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebabkan IHSG turun yang pada akhirnya berpengaruh pada nilai tukar rupiah. Sebaliknya apabila rupiah turun karena berbagai faktor, itu juga akan berdampak pada IHSG.

​Investor asing bisa kehilangan kepercayaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) karena berbagai hal, salah satunya adalah intervensi pemerintah. Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Prabowo menjelaskan tentang rencana kebijakan ekspor satu pintu untuk SDA (Sumber daya alam) lewat BUMN
"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferroalloy), wajib harus dilakukan melalui satu pintu lewat BUMN yang ditunjuk. Karena itu negara berhak mengetahui secara rinci sumber daya alam kita yang dijual ke luar Indonesia. Kita tidak mau dibohongi lagi, kita mau tahu persis berapa kekayaan kita yang dijual." (20/05/2026)

​Rencana tersebut sebenarnya dapat berdampak positif, karena membuat ekspor lebih terkontrol. Sebaliknya hal ini juga memicu sentimen negatif investor asing terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI).

​Ketakutan ini muncul karena intervensi pemerintah dalam ekspor berisiko menciptakan ketidakpastian bisnis serta monopoli pasar. Namun Pak Purbaya memberikan respon tegas terkait sentimen negatif tersebut,
"Nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi tadi yang biasa jadi uang jadi mainnya oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan. Sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Perusahaannya juga akan untung. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi perusahaan-perusahaan yang listed di bursa." (21/05/2026)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bisa dapat dividen, Saham SOHO menjadwalkan Cum Date dalam waktu dekat

​PT Soho Global Health Tbk Jelang Cum Date ​PT Soho Global Health Tbk telah mengumumkan Cum Date yang dijadwalkan pada 29 Mei. Jika Anda membeli saham berkode SOHO pada Cum Date (29 Mei 2026) mendatang, Anda akan mendapatkan hak dividen jika Anda menahannya hingga pasar ditutup pada hari itu. ​PT Soho Global Health Tbk bisa dibilang memiliki fondasi yang kuat. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1956, mereka telah terbiasa mengalami krisis dan masih dapat bertahan hingga detik ini. ​PT SOHO Global Health memiliki laba yang cukup stabil, yaitu senilai 600,3 miliar untuk satu tahun buku penuh 2025. Mungkin Anda pernah mendengar nama Imboost atau bahkan mengonsumsinya, sebenarnya merek tersebut ada di bawah perusahaan ini. ​Profil Perusahaan ​Laporan keuangan perusahaan Q1 (kuartal pertama) telah lama keluar, performanya dapat dibilang memuaskan. Dibanding Q1 tahun lalu, PT Soho Global Health Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 42,48%. Telah diumumkan juga bahwa dividen adalah ...

Jaman sekarang kita semua bisa investasi saham!

Apa Itu Saham? Panduan Sederhana untuk Pemula ​Mungkin Anda sering mendengar istilah "saham", tapi apa sih sebenarnya artinya? Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan sah atas sebuah perusahaan. ​Dulu, investasi saham identik dengan proses administrasi yang rumit. Namun sekarang, semuanya jauh lebih praktis. Melalui aplikasi seperti Ajaib atau Stockbit, Anda bisa membuka rekening dana nasabah dan mulai berinvestasi dalam waktu kurang dari satu jam. ​Dua Sumber Keuntungan Investasi Saham ​Sebelum terjun ke pasar modal, Anda perlu memahami bahwa ada dua cara utama untuk mendulang profit: Capital Gain Ini adalah keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli. ​Contoh: Anda membeli saham PT X di harga Rp1.000 per lembar, lalu menjualnya saat harganya naik menjadi Rp1.500. Selisih Rp500 itulah yang disebut Capital Gain. ​ Dividen Berbeda dengan capital gain yang baru terasa saat saham dijual, dividen lebih bersifat sebagai pendapatan pasif. Dividen adalah bagian dari l...